Minggu, 06 September 2020

Tangga Nada

Tangga nada Pentatonis dan Diatonis

Tangga nada adalah urutan nada berjenjang dari tingkat terendah sampai tertinggi.

Secara umum, tangga nada terdiri dari dua jenis, yaitu tangga nada diatonis dan pentatonis.

Tangga nada Pentatonis hanya terdiri dari lima nada, tangga nada ini banyak dipakai pada music tradisional.

Tangga nada Diatonis terdiri dari tujuh buah nada yang berjarak satu dan setengah nada, tangga nada ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu tangga nada diatonis mayor dan diatonic minor.

Diatonis Mayor

Ciri-ciri lagu diatonis mayor umumnya dinyanyikan dengan gembira, seperti lagu-lagu wajib yang bersifat semangat. Selain itu, lagu biasanya diawali dan diakhiri nada do. Namun, terdapat beberapa lagu yang diawali dengan nada sol atau mi dan diakhiri nada do.


Contoh lagu dengan tangga diatonic mayor adalah sebagai berikut:

“Hari Merdeka” ciptaan H. Mutahar.
“Indonesia Raya” ciptaan W.R. Supratman.
“Halo-halo Bandung” ciptaan Ismail Marzuki.
“Garuda Pancasila” ciptaan Sudharnoto.
“Dari Sabang Sampai Merauke” ciptaan R. Soeharjo.

Diatonis Minor

Teknik pernapasan digunakan dalam bernyanyi. Teknik pernapasan yang benar akan membuat lagu terdengar indah.

Ciri-ciri lagu dengan tangga nada diatonic minor adalah sebagai berikut:

Bersifat sedih dan kurang bersemangat.


Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada La = A. Beberapa lagu diawali nada Mi.

Contoh Lagu yang bertangga nada Minor, antara lain “Syukur” dan Gugur Bunga”.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar